Jakarta, 8 Desember 2025 – Musim hujan dengan curah yang tinggi dan berlangsung dalam waktu lama kerap memicu terjadinya berbagai bencana, salah satunya banjir. Di Indonesia, banjir umumnya disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti tersumbatnya saluran air, penebangan pohon liar, serta minimnya kawasan resapan air. Hingga saat ini, banjir masih menjadi salah satu tantangan terbesar di Indonesia, yang setiap tahunnya menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang tahun 2024 tercatat 1.420 kejadian banjir di seluruh Indonesia, dengan 77,44% dari total korban bencana nasional adalah masyarakat yang terdampak banjir. Untuk mengatasi bencana banjir, dibutuhkan inovasi yang mampu mengurangi genangan air di kawasan permukiman. Salah satunya dengan memastikan air hujan dapat terserap kembali ke dalam tanah secara optimal.
SCG, melalui anak perusahaannya PT Kokoh Inti Arebama Tbk., menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Hokkaido Poracon Co., Ltd. untuk pengembangan dan pemasaran teknologi produk beton berpori (porous concrete). Produk infrastruktur ini dipercaya mampu untuk menangani aliran air hujan, yang menjadi salah satu faktor utama terjadinya banjir di Indonesia. Kedua perusahaan sebelumnya telah bekerja sama dalam program SDGs Business Supporting Survey yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA). Melalui program tersebut, SCG bersama Hokkaido Poracon berkolaborasi mengembangkan inovasi yang dapat menciptakan area resapan air hujan, sekaligus membantu mengurangi genangan air dengan fokus pada kegiatan manufaktur dan pemasangan beton berpori. Dalam beberapa tahun ke depan, kedua perusahaan akan bekerja sama menghadirkan keahlian dalam inovasi infrastruktur yang dapat mengoptimalkan penyerapan air di berbagai wilayah Indonesia dengan risiko banjir tinggi, dengan fokus pada penerapan teknologi beton berpori.
Dengan membawa pengalaman lebih dari 112 tahun di industri material dan infrastruktur di seluruh Asia Tenggara, SCG menawarkan keahlian dalam inovasi dan teknologi konstruksi berkelanjutan.
Thichet Srisuryon, Presiden Direktur PT Kokoh Inti Arebama Tbk. mengatakan, “Kolaborasi ini memperkuat komitmen SCG untuk menghadirkan inovasi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan kolaborasi ini, kami yakin dapat berkontribusi dalam membantu mengurangi risiko banjir dan mendukung konservasi air tanah di wilayah perkotaan.”
Kenji Niwa, Project Formulation Advisor JICA, mengatakan bahwa kerja sama ini mampu membantu Indonesia dalam menghadapi tantangan iklim. “Banjir merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Melalui kolaborasi bersama SCG, kami percaya bahwa kita dapat menghadirkan solusi nyata tidak hanya untuk mengatasi tantangan iklim tersebut, tetapi juga untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkas Kenji.
Nota Kesepahaman SCG dan Hokkaido Poracon untuk Mengatasi Masalah Banjir
Tingginya kejadian banjir menunjukkan perlunya solusi pengelolaan air yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Menjawab tantangan ini, SCG dan Hokkaido Poracon berkomitmen menghadirkan inovasi ramah lingkungan, yang berfokus pada dua inisiatif utama:
- Promosi Proyek Sumur Resapan Beton Berpori
Kolaborasi ini akan mempromosikan proyek-proyek instalasi sumur resapan menggunakan beton berpori, dimulai di wilayah Jakarta. - Ekspansi Keahlian dan Konsultasi Teknis
Melalui proyek percontohan di beberapa kota besar di Indonesia, kedua perusahaan akan memberikan konsultasi terkait pengendalian aliran air hujan sekaligus mengembangkan keahlian canggih dalam produksi dan pemasangan beton poros.
Dalam kerjasama ini, SCG akan menghadirkan berbagai produk bangunan ramah lingkungan guna mendukung perkembangan infrastruktur hijau di Indonesia. Berbagai produk bangunan SCG telah tersertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia (GPCI) dengan nilai yang memuaskan. Hal ini sejalan dengan tujuan bisnis perusahaan, Inclusive Green Growth, di mana SCG percaya bahwa semua pemangku kepentingan harus bertumbuh bersama untuk mewujudkan Low Carbon Society atau masyarakat rendah karbon. Dalam hal ini, perusahaan berdedikasi untuk menghadirkan serta memperluas Produk Hijau (Green Product), Produk Bernilai Tambah Tinggi (High-Value Added), serta Produk Bernilai yang Cerdas (Smart Value Product) di Indonesia.
Melalui kerjasama ini, kedua pihak berencana untuk membangun pasar beton poros di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan hasil kerja sama yang kuat, SCG terbuka untuk menjajaki peluang joint venture dengan Hokkaido Poracon dan JICA di masa mendatang.
***
Tentang SCG
SCG merupakan pemimpin bisnis regional dengan lini bisnis utama: Cement & Green Solutions, Smart Living, Decor, Distribution & Retail, Packaging, Chemicals, Cleanergy (Clean Energy), Logistics, dan Investment. SCG berupaya menjawab kebutuhan yang beragam dari pelanggan melalui kemitraan kolaboratif dan pengembangan produk, layanan, dan solusi yang inovatif.
SCG memulai operasi bisnis di Indonesia sejak 1992 dengan membuka perdagangan dan secara bertahap mengembangkan investasinya dalam bisnis yang berbeda pada industri semen, bahan bangunan, bahan kimia, dan kemasan. Hingga hari ini, SCG memiliki total 38 perusahaan di seluruh Indonesia dengan lebih dari 8.000 karyawan.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Amanda Utari
Brand and Communications Manager – PT SCG Indonesia
Phone: +6281110689798, Email: amandadwi@scg.com